IKLAN DIKEHIDUPANMU
BY:JULIANI ZEGA
Pagi
itu di depan kampus , aku beserta rombongan sudah stay menunggu kedatangan bus
, bus yang akan menghantarkan aku dan kawan-kawan ke luar kota, keberangatan
kami ke kota itu dengan maksud dan tujuan jelas jelas tentunya yaitu pratikum
jurusan . Tidak lama menunggu bus pun datang , kira-kira beberapa menit setelah
itu terdengar suara dosen memberikan aba-aba untuk aku dan kawan-kawan masuk ke
dalam bus yang sesuai dengan kelompoknya.
kegalauan
menimpa, aku sempat galau ketika aku harus bergabung di kelompok yang isinya
mahluk-mahluk asing bagiku, tak biasalah aku berbaur bersama orang-orang itu,
aku mencoba menghubungi seorang yang dituakan dikelasku dan juga menjadi
koordinator dalam proses peberangkatan itu,terlihat kontribusinya jauh sebelum
keberangkatan. Aku meminta untuk berpindah posisi, ke kelompok yang memang
didalammnya sebagian aku sudah mengenal Satu persatu face kaum hawa itu, mereka
teman-temanku di kelas semester kemarin hampir 2 tahun menghabiskan waktu
bersama mereka , lumayanlah tau tentang siapa dan bagaimana seorang aku dimata
mereka. Cusss aku berada dikelompok itu, say heloo pertama dariku, menyapa
teman-teman “hai.haii kita sekelompok,wulan kita sekelompok bebiibbb, iya kakak
kita satu tempat duduk yaa? J,
tak
lama bus mulai berjalan meninggalkan
kota bertuah ini, kota yang kami tuju berjarak lumayan jauh , kira-kira 12 jam
perjalanan. Sebenarnya kalau pergi tidak berombongan kota itu ditempuh kurang
lebih 8 jam , hanya karena santainya kami menikmati pemandangan hijau, kiri dan
kanan, kota-kota kecil, sawah,sungai, jembatan,hutan,bukit-bukit dan semua
panaroma yang terlihat dengan mata telanjang ini cukup begitu mencuci mata dan
mengambil perhatian. Peraljanan kami diiringi oleh musik musik tradisional yang
lumayan mengandung unsur-unsur hati nak tertawa, teman-teman terkontraminasi
mengikuti lirik lagu daerah itu,”dikedipnya aku dikedipnya aku, aku gak mau
dowh, dikedipnya juga baru,” kira-kira begitu lah bunyi salah satu lirik lagu
dari beberapa yang banyak. Canda tawa didalam bus mewarnai perjalanan aku dan
kawan-kawan. Kaum adam sibuk mengebohkan bus dengan canda tawa mereka.sesekali
ku pandang kebelakang , sesekali aku tertawa melihat tingkah laku para kaum
adam itu.
Perjalanan
kami menuju kota itu tak lepas dari persinggahan dibeberapa tempat sebelum akhirnya
melepaskan kepenatan terkahir yaitu di
penginapan.
Malam
pun tiba , namun kami masih saja belum menemui tempat dimana kami akan
melepaskan kepenaatan ini, melepas lelah
setelah seharian didalam bus, aku masih saja duduk sesekali kepala tubuh
dan tangan mengikuti irama musik DJ , sesekali juga kudengar bisikan wulan ,
dengan tampang penuh expresi menidak bolehkan aku untuk bergoyang bersama musik
dj itu.
Aittzzzz
, penginapan welcome. Aku berserta kawan-kawan dan juga segenap dosen
pembimbing bergegas tak sabar untuk masuk, aroma bantal, kasur beserta
kawan-kawannya sudah menanti kelelahan didlam perjalanan kami tentunya. Ini
sebuah asrama penginpan haji, yang terletak tengah kota, harga penginapan
disini lumayan tak perlu merogoh kantong jauh lebih dalam, harga jangkauan
mahasiswalah jatuhnya. Yaa aku bersiap untuk mandi dan beberapa teman-temanku
juga, tak lupa sebelum ingin melanjutkan perjalanan untuk memasuki dunia mimpi
, celoteh bak ratu gosip , makanan, serta axis di depan camera mengiringi prrjalanan
ke dunia mipi ini. Aku sibuk dengan
cammera smartphone app ku , jeprat jepret “penginapan ala asrama”satu post di
wall kronologi jejaringan sosial facebook terunggah malam ini. Itulah
kebiasaanku tampil pecaya diri didepan kamera, seandainya ketika aku berbicara
didepan publik itu sepercaya dirnya aku didepan kamera pasti akan lebih indah
rasanya dunia ( pikirku dalam hati). Dengan setiba-tiba dosen dateng
mengahmpiri kamar dan berkata “ anak-anak besok jam 7 kita udah chek out dari
sini, jadi semua jam 7 udah siap ya? udah didepan bus, oya pintunya tolong
dikunci dan jangan ada yang berkeliaran di luar, ibu gak mau hal-hal yang tidak
diinginkan terjadi..occreeeeee J”.
Itu kata Ibu selaku ketua panitia.
Cringggg....crinnggg...crinnggg...
Pukul
04.00 wib
Suara
alaram membangunkan mahluk mahluk penghuni penginapan ala asrama karena sekisar
lebih kurang 30 0rang berada di ruangan ini. Namun aku tak tebangun juga, malah
suara teman sebelahku membangunkan tidurku,”Woii.. hape mu lah..? itu bunyi
terus, tolong kondisikan hari masih pagi betul, nak bangun cepat pula? sudah
tedr lama,”katanya
Spontan
terbangun dan mencari posisi telpon selulerku, anak-anak yang lain sibuk
membahas suara alaram yang terlalu pagi itu.aku hanya diam tak merespon mereka
.hahaaa
Selamat
pagi kota padang, selamat pagi air yang cukup dingin, selamt pagi teman-teman
ku semua :*.
Agenda
hari ini menuju beberapa tempat, aku dan kawan-kawan menuju taplau ( tepi laut) . kelompokku mendapat
tugas untuk membuat sebuah feature. Feature kalau didlam ilmu jurnalistik
adalah sebuah karya tulisan yang menggenakan panca indra, bagaiman kita
bercerita sedetail-detail, susah kalo aku harus jabarkan secara teoritis apa
itu feature.
Seharian
di pantai bermain dengan derasnya ombak , cukup melepas beban kepala, semua
masalah dikesampingkan, bermain air dan
pantai pasir tak lupa kamerea untuk take a moment . seru dan sangat seru
tentunya , bagaimana bisa berbaur bersama teman-teman. Kebersamaan itu terlihat
walau masih membentuk kelompok-kelompok kecil bak forum diskusi yang
terpecah-pecah.
Basah,
basah, basah, badan ku basah habis bercanda ria bersama mereka air dan ombak
pantai.hancur hancur hancur hatiku hancur sesekali melihat kawan berpasngan
bersama kekasih mereka, timbul lagi bisikan itu “pengen punya pacar” sedih
sedih sedih dan terlupakan menyambung canda tawa lagi dan lagi.
Waktu
sudah menunjukan pukul 06.00 wib aku sudah cantik, sudah wangi, sudah harum ,
baju gamis dan jilbab ping terpapar berantakan di tubuhku.sikap cuek ku terhadap
penampilan ya begitulah aku, lalu panitia memberikan intruksi untuk aku dan
kawan-kawan segera meloncat ke bus masing-masing. Baru beberapa melangkahkan
kaki nak naik , aku sudah menyelaraskan musik DJ dengan ayunan badanku, begitu
juga teman-teman yang lain. Magrib diperjalanan meluluhkan hati untuk
melanjutkannya, semua duduk manies dikursi masing-masing.ukuran bus yang tidak
terlalu besar, pernak pernik boneka kecil dan face-face muka penuh kelelahan
didalam bus menjadi pemandangan mataku bergantian dan aku masih saja duduk
disamping wulan.
Lepas
magrib musik mulai bergoncang menghidupkan suasana bersama teman-teman kembali
, wulan bergegas pindah tak ingin berada didekatku. Satu koordinasi ,
berpakaian santay , seibarat di tepi pantai tadi,namanya RR “pengheboh BUS ala club malam pikirku”, yang pemandangan ini, hanya terlihat sebelumnya
dari sebuah kotak berukuran 14 inch dikamarku,sering ada dibeberapa penggalan
sinetron dan sekarang nyata didepan mata, bersama teman-teman kami mengancurkan
suasana bus.
***
Awal itulah yang mejadi
permulaan hingga sekarang membuat aku dan dia menjadi berteman
dekat, aku nyaman berteman bersamanya, dia adalah sosok baik dimataku,
perhatianya seakan lebih dari teman-teman
kebangsaan adam yang lain, yang
ku punya. seolah mengarah ke hubungan jauh lebih dari yang ku pikirkan,lelaki
yang usianya hanya beberapa hari berbeda dariku, lelaki yang tingginya beberapa
tidak jauh beda dariku ini ternyata sudah menjalin hubungan asmara bersama kekasihnya. Oh ..oh..oh.. hatiku kacau karena
sempatku menaruh hati, nada-nada tak berirama dipikiranku pun mulai bersuara,
aku mulai bertanya tentang hubungan mereka, sedikit kelihatan kepo dan kesal
tentunya.
Beberapa minggu ini kami selalu hampir menghabiskan waktu bersama, komunikasi
yang kami jalankan lumayan lancar. Penjelasan terhadapku darinya mulai mengarah
ke hubungan yang sama seperti yang sedang dijalankannya bersama kekasihnya. Sesekali
dia berkata i love u , i love u sayang .. sesekali aku berkata dalam hati
spontan menjawabab .. heyy aku bukan pacarmu???nmun bibir seksiku menjawab juga
love u too,(apalah) Ini adalah hubungan pertemanan paling dekat kurasa,
sebelumnya hal ini tak pernah terjadi.
Hari
ini dia bertanya bagaiamna hubungan kita? Lalu aku mnjawab kita berteman,kita
hanya berteman dan akan berteman saja. Sesekali dia menegaskan padaku tentang
hubungan ini, dan aku memberi pilihan , namu dia tidak tegas dengan ini. Sosok penerus
adam yang egois menurutkan tak tegas dengan kondisi yang seperti ini. Tak mengerti
persaan kaum hawa, bagaimana kalau ini terjadi kepada saudara perempuannya
kelak. Semakin hari aku semakin semakin, semakin besar pula aku memupuk rasa
bersalahku terhadap seorang pacar yang mengangaap pasangannya mungkin baik-baik
saja.
aku tau mungkin dia tidak yakin dengan posisiku yang sangat cepat untuk mengisi ruang hatinya yang sudah terlanjur nyaman bersamaku, aku tau dia memikirkan hal jauh kedepan apa yang terjadi nantinya setelah keputusaan ditentukannya.
aku tau mungkin dia tidak yakin dengan posisiku yang sangat cepat untuk mengisi ruang hatinya yang sudah terlanjur nyaman bersamaku, aku tau dia memikirkan hal jauh kedepan apa yang terjadi nantinya setelah keputusaan ditentukannya.
Kegalauan melanda, aku dan dia. Aku harus apa
? bagaimana bersikap? Dan dia juga mungkin berfikir apakah harus merelakan orang
yang sayang terhadapnya demi orang ang dia suka ?
“i dont know” kata itu lah yang sering terucap,ndak
tau=ntahlah, kata-kata inilah yang berkali –kali kuucap kepadanya bukan karena
aku gag tahu, tetapi karena aku tidak sanggup membuat hubungan sesorang
berantakan, keputusan ditangan sudah mateng untuk aku berniat menjauh bergeser
meminggir dari kehidupannya, mulai perlahan-lahan demi perlahan aku akan mencoba menjauh dengan semua caraku,
menjauh dalam tanda kutip, bukan memutuskan pertemannan hanya ingin neluruskan
suasana agar menjadi lebih baik dan dia menjadi cerita penggalan pengalamanku
untuk bertindak kedepanya. Walau aku bagaikan iklan dikehidupannya aku senang
bisa mengenalnya dan sekarang aku jalani hari-hari sama seperti sebelum
keberangkatan itu dimulai.
END