Jumat, 06 Desember 2013

CERPEN

IKLAN DIKEHIDUPANMU
BY:JULIANI ZEGA

Pagi itu di depan kampus , aku beserta rombongan sudah stay menunggu kedatangan bus , bus yang akan menghantarkan aku dan kawan-kawan ke luar kota, keberangatan kami ke kota itu dengan maksud dan tujuan jelas jelas tentunya yaitu pratikum jurusan . Tidak lama menunggu bus pun datang , kira-kira beberapa menit setelah itu terdengar suara dosen memberikan aba-aba untuk aku dan kawan-kawan masuk ke dalam bus yang sesuai dengan kelompoknya.

kegalauan menimpa, aku sempat galau ketika aku harus bergabung di kelompok yang isinya mahluk-mahluk asing bagiku, tak biasalah aku berbaur bersama orang-orang itu, aku mencoba menghubungi seorang yang dituakan dikelasku dan juga menjadi koordinator dalam proses peberangkatan itu,terlihat kontribusinya jauh sebelum keberangkatan. Aku meminta untuk berpindah posisi, ke kelompok yang memang didalammnya sebagian aku sudah mengenal Satu persatu face kaum hawa itu, mereka teman-temanku di kelas semester kemarin hampir 2 tahun menghabiskan waktu bersama mereka , lumayanlah tau tentang siapa dan bagaimana seorang aku dimata mereka. Cusss aku berada dikelompok itu, say heloo pertama dariku, menyapa teman-teman “hai.haii kita sekelompok,wulan kita sekelompok bebiibbb, iya kakak kita satu tempat duduk yaa? J,

tak lama bus mulai berjalan  meninggalkan kota bertuah ini, kota yang kami tuju berjarak lumayan jauh , kira-kira 12 jam perjalanan. Sebenarnya kalau pergi tidak berombongan kota itu ditempuh kurang lebih 8 jam , hanya karena santainya kami menikmati pemandangan hijau, kiri dan kanan, kota-kota kecil, sawah,sungai, jembatan,hutan,bukit-bukit dan semua panaroma yang terlihat dengan mata telanjang ini cukup begitu mencuci mata dan mengambil perhatian. Peraljanan kami diiringi oleh musik musik tradisional yang lumayan mengandung unsur-unsur hati nak tertawa, teman-teman terkontraminasi mengikuti lirik lagu daerah itu,”dikedipnya aku dikedipnya aku, aku gak mau dowh, dikedipnya juga baru,” kira-kira begitu lah bunyi salah satu lirik lagu dari beberapa yang banyak. Canda tawa didalam bus mewarnai perjalanan aku dan kawan-kawan. Kaum adam sibuk mengebohkan bus dengan canda tawa mereka.sesekali ku pandang kebelakang , sesekali aku tertawa melihat tingkah laku para kaum adam itu.
Perjalanan kami menuju kota itu tak lepas dari persinggahan dibeberapa tempat sebelum akhirnya melepaskan kepenatan terkahir yaitu  di penginapan.
Malam pun tiba , namun kami masih saja belum menemui tempat dimana kami akan melepaskan kepenaatan ini, melepas lelah  setelah seharian didalam bus, aku masih saja duduk sesekali kepala tubuh dan tangan mengikuti irama musik DJ , sesekali juga kudengar bisikan wulan , dengan tampang penuh expresi menidak bolehkan aku untuk bergoyang bersama musik dj itu.
Aittzzzz , penginapan welcome. Aku berserta kawan-kawan dan juga segenap dosen pembimbing bergegas tak sabar untuk masuk, aroma bantal, kasur beserta kawan-kawannya sudah menanti kelelahan didlam perjalanan kami tentunya. Ini sebuah asrama penginpan haji, yang terletak tengah kota, harga penginapan disini lumayan tak perlu merogoh kantong jauh lebih dalam, harga jangkauan mahasiswalah jatuhnya. Yaa aku bersiap untuk mandi dan beberapa teman-temanku juga, tak lupa sebelum ingin melanjutkan perjalanan untuk memasuki dunia mimpi , celoteh bak ratu gosip , makanan, serta axis di depan camera mengiringi prrjalanan ke dunia mipi ini.  Aku sibuk dengan cammera smartphone app ku , jeprat jepret “penginapan ala asrama”satu post di wall kronologi jejaringan sosial facebook terunggah malam ini. Itulah kebiasaanku tampil pecaya diri didepan kamera, seandainya ketika aku berbicara didepan publik itu sepercaya dirnya aku didepan kamera pasti akan lebih indah rasanya dunia ( pikirku dalam hati). Dengan setiba-tiba dosen dateng mengahmpiri kamar dan berkata “ anak-anak besok jam 7 kita udah chek out dari sini, jadi semua jam 7 udah siap ya? udah didepan bus, oya pintunya tolong dikunci dan jangan ada yang berkeliaran di luar, ibu gak mau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi..occreeeeee J”. Itu kata Ibu selaku ketua panitia.
Cringggg....crinnggg...crinnggg...
Pukul 04.00 wib
Suara alaram membangunkan mahluk mahluk penghuni penginapan ala asrama karena sekisar lebih kurang 30 0rang berada di ruangan ini. Namun aku tak tebangun juga, malah suara teman sebelahku membangunkan tidurku,”Woii.. hape mu lah..? itu bunyi terus, tolong kondisikan hari masih pagi betul, nak bangun cepat pula? sudah tedr lama,”katanya
Spontan terbangun dan mencari posisi telpon selulerku, anak-anak yang lain sibuk membahas suara alaram yang terlalu pagi itu.aku hanya diam tak merespon mereka .hahaaa
Selamat pagi kota padang, selamat pagi air yang cukup dingin, selamt pagi teman-teman ku semua :*.
Agenda hari ini menuju beberapa tempat, aku dan kawan-kawan  menuju taplau ( tepi laut) . kelompokku mendapat tugas untuk membuat sebuah feature. Feature kalau didlam ilmu jurnalistik adalah sebuah karya tulisan yang menggenakan panca indra, bagaiman kita bercerita sedetail-detail, susah kalo aku harus jabarkan secara teoritis apa itu feature.
Seharian di pantai bermain dengan derasnya ombak , cukup melepas beban kepala, semua masalah dikesampingkan,  bermain air dan pantai pasir tak lupa kamerea untuk take a moment . seru dan sangat seru tentunya , bagaimana bisa berbaur bersama teman-teman. Kebersamaan itu terlihat walau masih membentuk kelompok-kelompok kecil bak forum diskusi yang terpecah-pecah.
Basah, basah, basah, badan ku basah habis bercanda ria bersama mereka air dan ombak pantai.hancur hancur hancur hatiku hancur sesekali melihat kawan berpasngan bersama kekasih mereka, timbul lagi bisikan itu “pengen punya pacar” sedih sedih sedih dan terlupakan menyambung canda tawa lagi dan lagi.
Waktu sudah menunjukan pukul 06.00 wib aku sudah cantik, sudah wangi, sudah harum , baju gamis dan jilbab ping terpapar berantakan di tubuhku.sikap cuek ku terhadap penampilan ya begitulah aku, lalu panitia memberikan intruksi untuk aku dan kawan-kawan segera meloncat ke bus masing-masing. Baru beberapa melangkahkan kaki nak naik , aku sudah menyelaraskan musik DJ dengan ayunan badanku, begitu juga teman-teman yang lain. Magrib diperjalanan meluluhkan hati untuk melanjutkannya, semua duduk manies dikursi masing-masing.ukuran bus yang tidak terlalu besar, pernak pernik boneka kecil dan face-face muka penuh kelelahan didalam bus menjadi pemandangan mataku bergantian dan aku masih saja duduk disamping wulan.

Lepas magrib musik mulai bergoncang menghidupkan suasana bersama teman-teman kembali , wulan bergegas pindah tak ingin berada didekatku. Satu koordinasi , berpakaian santay , seibarat di tepi pantai tadi,namanya RR  “pengheboh BUS ala club malam pikirku”, yang  pemandangan ini, hanya terlihat sebelumnya dari sebuah kotak berukuran 14 inch dikamarku,sering ada dibeberapa penggalan sinetron dan sekarang nyata didepan mata, bersama teman-teman kami mengancurkan suasana bus.
                                                                        ***
satu cowok bangsa adam (hahahhaa) berada didepanku, namanya mr. A . cowok dengan rambut panjang dan ikal itu menjadi pasangan dudukku setelah pemberhentian di rumah makan tadi, semua telah dikondisikan oleh koordintor pengeheboh tadi untuk tidak mengheboh, niatnya mereka ingin tidur jadi duduknya dipasang-pasangin, agar nanti  bisa tertidur . Aku duduk disampingnya, terjadi perbincangan proses pengenalan terhadap aku dan si mr A. Jarak yang terlalu dekat membuatku salah tingkah sesakali dia bertanya.
            Awal itulah yang mejadi permulaan  hingga  sekarang membuat aku dan dia menjadi berteman dekat, aku nyaman berteman bersamanya, dia adalah sosok baik dimataku, perhatianya seakan lebih dari teman-teman  kebangsaan adam  yang lain, yang ku punya. seolah mengarah ke hubungan jauh lebih dari yang ku pikirkan,lelaki yang usianya hanya beberapa hari berbeda dariku, lelaki yang tingginya beberapa tidak jauh beda dariku ini ternyata sudah menjalin hubungan asmara bersama  kekasihnya. Oh ..oh..oh.. hatiku kacau karena sempatku menaruh hati, nada-nada tak berirama dipikiranku pun mulai bersuara, aku mulai bertanya tentang hubungan mereka, sedikit kelihatan kepo dan kesal tentunya.
            Beberapa minggu ini kami selalu  hampir menghabiskan waktu bersama, komunikasi yang kami jalankan lumayan lancar. Penjelasan terhadapku darinya mulai mengarah ke hubungan yang sama seperti yang sedang dijalankannya bersama kekasihnya. Sesekali dia berkata i love u , i love u sayang .. sesekali aku berkata dalam hati spontan menjawabab .. heyy aku bukan pacarmu???nmun bibir seksiku menjawab juga love u too,(apalah) Ini adalah hubungan pertemanan paling dekat kurasa, sebelumnya hal ini tak pernah terjadi.
            Hari ini dia bertanya bagaiamna hubungan kita? Lalu aku mnjawab kita berteman,kita hanya berteman dan akan berteman saja. Sesekali dia menegaskan padaku tentang hubungan ini, dan aku memberi pilihan , namu dia tidak tegas dengan ini. Sosok penerus adam yang egois menurutkan tak tegas dengan kondisi yang seperti ini. Tak mengerti persaan kaum hawa, bagaimana kalau ini terjadi kepada saudara perempuannya kelak. Semakin hari aku semakin semakin, semakin besar pula aku memupuk rasa bersalahku terhadap seorang pacar yang mengangaap pasangannya mungkin baik-baik saja.
aku tau mungkin dia tidak yakin dengan posisiku yang sangat cepat untuk mengisi ruang hatinya yang sudah terlanjur nyaman bersamaku, aku tau dia memikirkan hal jauh kedepan apa yang terjadi nantinya setelah keputusaan ditentukannya.
             Kegalauan melanda, aku dan dia. Aku harus apa ? bagaimana bersikap? Dan dia juga  mungkin berfikir apakah harus merelakan orang yang sayang terhadapnya demi orang ang dia suka ?
 “i dont know” kata itu lah yang sering terucap,ndak tau=ntahlah, kata-kata inilah yang berkali –kali kuucap kepadanya bukan karena aku gag tahu, tetapi karena aku tidak sanggup membuat hubungan sesorang berantakan, keputusan ditangan sudah mateng untuk aku berniat menjauh bergeser meminggir dari kehidupannya, mulai perlahan-lahan demi perlahan  aku akan mencoba menjauh dengan semua caraku, menjauh dalam tanda kutip, bukan memutuskan pertemannan hanya ingin neluruskan suasana agar menjadi lebih baik dan dia menjadi cerita penggalan pengalamanku untuk bertindak kedepanya. Walau aku bagaikan iklan dikehidupannya aku senang bisa mengenalnya dan sekarang aku jalani hari-hari sama seperti sebelum keberangkatan itu dimulai.

                                                                        END